Hati-Hati! Jangan Asal Memasang Baut.

Category : Uncategorized

Pernahkah Anda mengalami kesusahan ketika mengencangkan atau mengendurkan baut?

Pernah mendengar istilah baut ‘selek’?

Bahkan kunci yang Anda gunakan untuk mengoperasi baut dan mur menjadi rusak. Sangat menjengkelkan bukan?

Nah, kali ini kita akan membagi sebuah artikel tentang pemutaran baut yang tepat.

 

Torsi yang Tepat

Jika anda tidak sadar bahwa pengencangan baut dengan torsi yang tepat sangatlah penting, coba anda pikirkan saat anda berkendara ke kantor hari ini. Apakah ban mobil/motor anda terlepas saat di jalan? Apakah ada bagian dari mesin yang terlepas saat berkendara dengan kencang? Kemungkinan besar adalah bagian-bagian tersebut tidak pernah terlepas. Alasannya adalah baut dan mur yang terpasang ada di gandar/as roda dan mesin, dipasang dengan torsi yang tepat sehingga mencegah baut dan mur lepas atau longgar. Ketika baut dan mur tidak dipasang dengan torsi yang tepat, mereka akan mudah haus dan cepat rusak. Kelalaian dalam memperhatikan torsi saat pengencangan akan menyebabkan kecelakaan fatal.

Gambar 1. Contoh Tabel Torsi yang diperlukan untuk tiap jenis

baut hexagonal (Sumber: repairengineering.com)

 

Torsi adalah energi rotational/gaya yang bekerja terhadap suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berputar, dimana dipengaruhi oleh jarak antara titik gaya dengan sumbu putar. Torque Wrench, Torque Screwdriver adalah beberapa contoh alat yang dapat digunakan untuk memperhatikan besar torsi saat mengencangkan baut.

 

Namun, torsi bukan lah satu-satunya hal yang terpenting dalam hal terlepasnya baut. Material dasar baut, heat treatment, surface treatment, dan lainnya juga menjadi faktor yang sama pentingnya. Di Multi Baja barang kami sudah memenuhi standard internasional seperti DIN, JIS, ISO, dan sebagainya.

Gambar 2. Torque Wrench (Sumber: amazon.com)

 

Nord Lock Washer (Ring Plat Anti Getar)

Namun, jika baut yang dipasang ditempatkan di media yang sering bergetar, Multi Baja memiliki product yang cocok, yaitu Nord-Lock Washer. Nord-Lock Washer akan memberikan kekuatan tambahan dibanding ring plat biasa ataupun mur nylon sekalipun. Nord-Lock Washer sangat mudah diaplikasikan dan juga memberikan banyak keuntungan seperti menjaga baut agar tidak berputar, mendistribusikan muatan baut agar tidak mudah patah, tahan pada lingkungan korosif (terdapat berbagai macam material), dan lain sebagainya.


Sejarah Baut dan Mur

Category : Uncategorized

History of Bolt and Nuts

Cara Membuat Baut

Category : Uncategorized

Proses
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan
benda kerja berbentuk baut. Langkah-langkahnya yaitu :
1. Pemotongan benda kerja
Ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan. Silinder pejal
dengan diameter 20 cm dan panjang 25 cm dipotong. Pemotongan
dilakukan dengan dua alat, yaitu gergaji besi dan gergaji tangan.
Pemotongan dengan gergaji mesin, benda kerja ditempatkan tepat di
bawah pisau pemotongnya, kemudian di potong sehingga panjang yang
terbentuk adalah 9,5 cm. memotong dengan mesin ini menghasilkan
permukaan yang halus dan memakan waktu yang tidak lama.
Sebelumnya, ukur dahulu panjang baut yang akan dibuat dengan
menggunakan jangka sorong.
Memotong menggunakan mesin harus sangat hati-hati karena akan
menimbulkan percikan api dan suara yang keras. Maka dari itu, ketika
memotong, diharuskan menggunakan APD berupa kacamata dll.
2. Pembubutan
Setelah dipotong, kemudian silinder dibubut. Sebelumnya ukur
terlebih dahulu bagian yang akan dibubut dengan menggunakan jangka
sorong dan penggaris. Panjang silinder yang akan dibubut yaitu 50 mm
dengan diameter yang dihasilkan sebesar 10 mm.
Pembubutan harus dilakukan secara konstan, yaitu kecepatan memutar mesin haruslah tetap. Sehingga benda kerja yang dihasilkan memiliki
permukaan yang rata. Pembubutan dilakukan berulang-ulang hingga menghasilkan diameter 10 mm. Caranya dengan mengatur skala pada mesin bubut.
Sebelum melakukan pembubutan, pastikan bahwa benda kerja tepat berada di tengah (center)
dan tertancap kuat. Hal ini dilakukan agar ketika pembubutan dimulai,
benda kerja tidak akan goyang. Jika posisi baut itu miring, maka baut
yang terbentuk pun tidak akan sempurna dan secara ekstetika tidak indah
dan bentuknya pun akan menjadi miring sehingga tidak muat untuk
dipasangkan mur. Lalu, sebelum menyalakan mesin, goreskan dahulu
mata bor kepada benda kerjanya. Selain itu, kita pun harus memberikan
air selama proses berlangsung agar mata bor tidak panas.
Dan hal ini pun terjadi kepada kami. Kesalahan yang kami lakukan
adalah pemutaran yang tidak konstan, sehingga bubut yang dihasilkan
tidak ‘mulus’.
Pembubutan yang kami lakukan kira-kira lebih dari lima kali. Hal ini
karena baut yang dihasilkan harus memiliki diameter 10 mm, di mana
setiap kali membubut, kedalaman pisau yang diatur sebesar 2 mm
sehingga pengerjaannya harus berulang.
3. Mengikir
Mengikir dilakukan setelah silinder selesai dibubut. Bagian yang
dikikir yaitu bagian hasil pembubutan. Silinder yang akan dikikir
ditempatkan di atas ragum, sehingga pengikiran akan lebih mudah.
Dalam mengikir, usahakan dilakukan satu arah agar hasil yang diperoleh
akan baik.
4. Membuat ulir
Setelah permukaan silinder halus, maka langkah berikutnya adalah pembuatan ulir. Panjang silinder yang akan diulir yaitu 50 mm. oleh karena itu, harus diukur
dan diberi tanda terlebih dahulu. Alat yang digunakan adalah snai. Jadi, baut ditempatkan di atas ragum dengan posisi kepala baut di bawah. Kemudian memasangkan tap dengan ukuran 1.25 kedalam baut. Kemudian diputar mengikuti arah jarum jam. Snai yang digunakan ada tiga buah. Yang pertama yang lancip, lalu
agak lancip dan yang terakhir yang tumpul. Ketika menyenai, perlu
ditambahkan sedikit oli sebagai pelumas, sehingga ketika memutar snai
tidak terlalu sulit. Penyenaian dilakukan hingga batas baut yang akan
diulir, setelah selesai putar snai berlawanan jarum jam.
Pada saat penggunaan snai harus hati-hati. Karena benda kerja
dijepit pada snai, maka harus diperhatikan betul apakah benda kerja
terjepit sempurna. Jika tidak terjepit dengan sempurna maka resiko tidak
terbentuk ulir dengan sempurna dan resiko sney patah akan terjadi. Snai
bisa patah jika kita terlalu kencang memutar snai dan snai tidak terjepit
benar.
5. Membuat segi enam
Langkah ini merupakan langkah terakhir dari rangkaian pembuatan
baut. Sebelumnya, kita membuat pola segi enam di kertas kecil,
kemudian ditempelkan di kepala baut.
Pembentukan kepala baut ini bias dilakukan dengan dua cara yaitu
dengan dikikir ataupun dipotong dengan gergaji. Kelompok kami awalnya
menggunakan gergaji, namun hasil yang diperoleh tidak terlalu baik.
Sehingga disiasati dengan kikir.

standarisasi bentuk ulir pada sekrup

Dalam perdagangan ulir sudah di standarisasikan & bentuk ulir nya dapat bermacam-macam yaitu:

1. Standard British Witworth ulir sekrup

2. British Association ulir sekrup

3. American National Standar ulir sekrup

4. Unified Standar ulir sekrup

5. Square thread ( Ulir sekrup bujur sangkar )

6. Acme Thread

7. Ulir sekrup bulat ( Knuckle thread )

8. Ulir sekrup trapesium ( Buttress thread )

9. Ulir sekrup metris ( Metric thread )

Pada saat ini ulir yang terdapat di dalam perdagangan, ada dua standard yang dipakai yaitu :

a. Standard British Witworth dengan ciri-ciri nya :

– Simbol nya W misal nya W ½ “ artinya diameter luar nya        adalah ½            inchi

– ukuran nya dalam satuan inchi

– sudut puncak (alpha)= 55 derajat

b. Standard Metris (SI) :

– simbol nya (M), misal nya M20 artinya diameter luar nya adalah      20mm

– semua ukuran dalam tabel dan gambar dalam satuan (mm)

– sudu puncak (alpha)= 60 derajat.

Ini adalah Tabel ukuran baut Standard Metris (SI) (klik tabel untuk memperbesar tampilan)

Contoh perhitungan dan pemilihan ukuran baut pada tabel

Suatu gantungan yang diikat kelangit-langit dengan 4 buah baut harus menahan beban sebesar 10 000 N, Jika baut terbuat dari bahan Fe 490 dengan faktor keamanan yang direncanakan adalah 7, berapakah ukuran baut yang diperlukan?

Jawab:

Diketahui :

– Bahan baut Fe 490 mempunyai tegangan tarik maksimal 490 N/ mm2.

– Safety factor, v = 7

– Jadi tengan tarik yang diizinkan bahan adalah :

Teg.izin =  Teg.mak / v = 490 / 7 = 70 N/ mm2

-F = 10 000 N,

– Z = 4,

Penyelesaian :

Dc =  √(4.F / Z.π. Teg.izin ) =  √ (4.10 000 / 4.3,14. 70) = 6,7 mm (diameter terkecil)

Maka besar diameter luar dari baut (d) :

dc   = 0,8 d ;   d = 1,25 .dc = 1,25 (6,7) = 8,375 (mm)‏ (diameter terbesar)

Dari tabel baut untuk d = 8, 375 mm diambil M 10 x 1,25 dengan diameter luarnya   10 mm dan jarak kisaarnya 1,25 mm.

Dalam menentukan ukuran baut pada tabel disarankan untuk menggunakan  jenis Fine Series terlebih dahulu jika diameter terbesar  hasil perhitungan masih dibawah 39 mm