Cara Membuat Baut

Category : Uncategorized

Proses
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan
benda kerja berbentuk baut. Langkah-langkahnya yaitu :
1. Pemotongan benda kerja
Ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan. Silinder pejal
dengan diameter 20 cm dan panjang 25 cm dipotong. Pemotongan
dilakukan dengan dua alat, yaitu gergaji besi dan gergaji tangan.
Pemotongan dengan gergaji mesin, benda kerja ditempatkan tepat di
bawah pisau pemotongnya, kemudian di potong sehingga panjang yang
terbentuk adalah 9,5 cm. memotong dengan mesin ini menghasilkan
permukaan yang halus dan memakan waktu yang tidak lama.
Sebelumnya, ukur dahulu panjang baut yang akan dibuat dengan
menggunakan jangka sorong.
Memotong menggunakan mesin harus sangat hati-hati karena akan
menimbulkan percikan api dan suara yang keras. Maka dari itu, ketika
memotong, diharuskan menggunakan APD berupa kacamata dll.
2. Pembubutan
Setelah dipotong, kemudian silinder dibubut. Sebelumnya ukur
terlebih dahulu bagian yang akan dibubut dengan menggunakan jangka
sorong dan penggaris. Panjang silinder yang akan dibubut yaitu 50 mm
dengan diameter yang dihasilkan sebesar 10 mm.
Pembubutan harus dilakukan secara konstan, yaitu kecepatan memutar mesin haruslah tetap. Sehingga benda kerja yang dihasilkan memiliki
permukaan yang rata. Pembubutan dilakukan berulang-ulang hingga menghasilkan diameter 10 mm. Caranya dengan mengatur skala pada mesin bubut.
Sebelum melakukan pembubutan, pastikan bahwa benda kerja tepat berada di tengah (center)
dan tertancap kuat. Hal ini dilakukan agar ketika pembubutan dimulai,
benda kerja tidak akan goyang. Jika posisi baut itu miring, maka baut
yang terbentuk pun tidak akan sempurna dan secara ekstetika tidak indah
dan bentuknya pun akan menjadi miring sehingga tidak muat untuk
dipasangkan mur. Lalu, sebelum menyalakan mesin, goreskan dahulu
mata bor kepada benda kerjanya. Selain itu, kita pun harus memberikan
air selama proses berlangsung agar mata bor tidak panas.
Dan hal ini pun terjadi kepada kami. Kesalahan yang kami lakukan
adalah pemutaran yang tidak konstan, sehingga bubut yang dihasilkan
tidak ‘mulus’.
Pembubutan yang kami lakukan kira-kira lebih dari lima kali. Hal ini
karena baut yang dihasilkan harus memiliki diameter 10 mm, di mana
setiap kali membubut, kedalaman pisau yang diatur sebesar 2 mm
sehingga pengerjaannya harus berulang.
3. Mengikir
Mengikir dilakukan setelah silinder selesai dibubut. Bagian yang
dikikir yaitu bagian hasil pembubutan. Silinder yang akan dikikir
ditempatkan di atas ragum, sehingga pengikiran akan lebih mudah.
Dalam mengikir, usahakan dilakukan satu arah agar hasil yang diperoleh
akan baik.
4. Membuat ulir
Setelah permukaan silinder halus, maka langkah berikutnya adalah pembuatan ulir. Panjang silinder yang akan diulir yaitu 50 mm. oleh karena itu, harus diukur
dan diberi tanda terlebih dahulu. Alat yang digunakan adalah snai. Jadi, baut ditempatkan di atas ragum dengan posisi kepala baut di bawah. Kemudian memasangkan tap dengan ukuran 1.25 kedalam baut. Kemudian diputar mengikuti arah jarum jam. Snai yang digunakan ada tiga buah. Yang pertama yang lancip, lalu
agak lancip dan yang terakhir yang tumpul. Ketika menyenai, perlu
ditambahkan sedikit oli sebagai pelumas, sehingga ketika memutar snai
tidak terlalu sulit. Penyenaian dilakukan hingga batas baut yang akan
diulir, setelah selesai putar snai berlawanan jarum jam.
Pada saat penggunaan snai harus hati-hati. Karena benda kerja
dijepit pada snai, maka harus diperhatikan betul apakah benda kerja
terjepit sempurna. Jika tidak terjepit dengan sempurna maka resiko tidak
terbentuk ulir dengan sempurna dan resiko sney patah akan terjadi. Snai
bisa patah jika kita terlalu kencang memutar snai dan snai tidak terjepit
benar.
5. Membuat segi enam
Langkah ini merupakan langkah terakhir dari rangkaian pembuatan
baut. Sebelumnya, kita membuat pola segi enam di kertas kecil,
kemudian ditempelkan di kepala baut.
Pembentukan kepala baut ini bias dilakukan dengan dua cara yaitu
dengan dikikir ataupun dipotong dengan gergaji. Kelompok kami awalnya
menggunakan gergaji, namun hasil yang diperoleh tidak terlalu baik.
Sehingga disiasati dengan kikir.

Log out of this account

Leave a Reply